Logo Universitas MataramMateri PAI · UNRAMGanjil 2026/2027
Kerangka Pedagogis · OBE · 2 SKS

Strategi Pembelajaran PAI

Panduan bagaimana kegiatan Pertemuan 1–16 mengembangkan pengetahuan keislaman, nalar tingkat tinggi, integritas, kolaborasi, dan kemampuan menghasilkan solusi nyata. Teknologi dan AI digunakan untuk memperkuat proses berpikir mahasiswa—bukan menggantikan belajar, tanggung jawab, atau kejujuran akademik.

🎯 Berorientasi CPL–CPMK 🧠 Bertahap menuju C4–C6 🤝 Aktif dan kolaboratif 🤖 AI yang etis
Dasar Regulatif Terbaru

Struktur Pembelajaran PAI 2 SKS

Dasar yang digunakan ialah Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 sebagaimana diubah dengan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026. Beban belajar 1 SKS setara dengan 45 jam per semester; karena itu PAI 2 SKS setara dengan 90 jam kegiatan belajar per semester. Pemenuhannya dapat memadukan belajar terbimbing, penugasan terstruktur, dan belajar mandiri sesuai rancangan pencapaian pembelajaran.

Penting: regulasi terbaru menetapkan total beban belajar dan memberi fleksibilitas bentuk pembelajaran. Pembagian waktu di bawah adalah desain operasional mata kuliah PAI dalam RPS, bukan klaim bahwa semua menit harus berlangsung sebagai ceramah di kelas.

Total Semester
2 SKS = 90 jam belajar
Belajar Terbimbing
Dialog, kasus, praktik, umpan balik
Tugas Terstruktur
Analisis, presentasi, riset mini, proyek
Belajar Mandiri
Membaca, tadabbur, verifikasi, refleksi
KomponenDesain Operasional PAIBukti Belajar
Belajar terbimbingSekitar 100 menit per minggu untuk pemantik masalah, penjelasan inti, dialog Sokratik, analisis kasus, praktik, presentasi, dan umpan balik.Partisipasi bermakna, catatan analisis, performa, respons lisan.
Penugasan terstrukturSekitar 120 menit per minggu untuk tugas analitis, persiapan 3MT/presentasi, kerja kelompok, riset mini, dan cicilan proyek.Tugas, matriks analisis, produk, portofolio, laporan kemajuan.
Belajar mandiriSekitar 120 menit per minggu untuk membaca sumber, latihan Al-Qur'an, memeriksa dalil/data, refleksi diri, dan memperbaiki karya.Jurnal/refleksi, daftar sumber, revisi, dokumentasi latihan.

Alokasi mingguan bersifat perkiraan operasional. Beban aktual disesuaikan dengan bentuk kegiatan dan tetap diarahkan pada pemenuhan total 90 jam serta ketercapaian CPL/CPMK.

Arsitektur Belajar

Dari Pengetahuan Menuju HOTS dan Tindakan

Setiap topik bergerak melalui tujuh proses yang saling berhubungan. Mahasiswa tidak langsung dituntut mencipta tanpa fondasi; kemampuan dibangun dari memahami konsep, menganalisis masalah, mengevaluasi pilihan, hingga merancang dan menguji solusi.

TahapAktivitas IntiPuncak KognitifContoh PAI
1. PemantikPretest diagnostik, fenomena, pertanyaan besarC1–C2Mengapa orang yang memahami agama tetap dapat tidak jujur?
2. TemukanMembaca ayat, hadis, teori, dan data yang relevanC2–C3Menemukan konsep iman, amanah, ikhtiar, tawakal, dan maqashid.
3. AnalisisMembongkar sebab, aktor, nilai, bukti, serta dampakC4Membedakan takdir yang diterima dengan keadaan yang wajib diikhtiarkan.
4. UjiDialog Sokratik, debat berbukti, kritik sejawatC5Menguji apakah sebuah solusi benar secara dalil, data, dan kemaslahatan.
5. CiptakanMerancang produk, program, argumen, atau solusiC6Membuat intervensi integritas, moderasi, literasi digital, atau SDGs.
6. RefleksikanMenilai perubahan cara berpikir, sikap, dan tindakanMetakognitifMenjelaskan apa yang berubah, mengapa, serta bukti perubahannya.
7. Tindak lanjutiMenguji, mengukur dampak, lalu memperbaiki solusiC5–C6Membandingkan rencana, pelaksanaan, hasil, dan rekomendasi perbaikan.
Active Learning

Mahasiswa sebagai Pelaku Belajar

  • Case of the Week: satu masalah autentik untuk dianalisis dari perspektif Islam dan disiplin ilmu mahasiswa.
  • Inquiry dan discovery: mahasiswa mencari dalil, konsep, data, konteks, dan hubungan antargagasan.
  • Dialog Sokratik: setiap kesimpulan diuji dengan pertanyaan “mengapa?”, “apa buktinya?”, dan “apa alternatifnya?”.
  • Problem/Project-Based Learning: pengetahuan dipakai untuk merancang dan melaksanakan solusi yang dapat dinilai.
  • Retrieval dan refleksi: cek pemahaman awal–akhir menunjukkan perkembangan, bukan hanya nilai akhir.
Collaborative Learning

Kerja Bersama, Tanggung Jawab Individual

  • Kelompok memiliki tujuan, luaran, tenggat, dan kriteria mutu yang sama.
  • Peran dirotasi: penelusur dalil, pemeriksa sumber, analis masalah, pengkritik argumen, perancang solusi, dan penyaji.
  • Setiap anggota wajib dapat menjelaskan keseluruhan hasil, bukan hanya bagiannya.
  • Kelompok lain berfungsi sebagai peer challenger untuk menemukan asumsi, kelemahan bukti, dan risiko solusi.
  • Penilaian menggabungkan kualitas produk kelompok, kontribusi individual, penilaian sejawat, dan refleksi pribadi.
AI untuk Peningkatan Kemampuan

AI sebagai Mitra Berpikir, Bukan Pengganti Berpikir

Penggunaan AI diarahkan untuk memperluas eksplorasi, memberi umpan balik awal, dan membantu mahasiswa memperbaiki performa. Mahasiswa tetap menjadi penanggung jawab atas ketepatan dalil, validitas sumber, argumentasi, orisinalitas, serta keputusan akhir.

StatusContoh PenggunaanSyarat Akademik dan Etik
DianjurkanMeminta penjelasan alternatif; latihan tanya jawab; simulasi kritik; umpan balik tata bahasa; membuat pertanyaan belajar; membandingkan beberapa kerangka analisis.Mahasiswa memahami, memeriksa, dan menyunting hasil dengan bahasanya sendiri.
Diizinkan bersyaratMeringkas bacaan; membantu kerangka tulisan; mencari kemungkinan kata kunci; membantu olah data sederhana; membuat purwarupa visual.Nyatakan penggunaan AI, simpan jejak proses, periksa sumber primer, dan pastikan tidak ada data pribadi/rahasia yang dimasukkan.
Tidak dibenarkanMenyerahkan keluaran AI sebagai karya sendiri; mengarang ayat/hadis/referensi; memakai kutipan yang tidak diperiksa; meminta AI mengerjakan ujian individual; memalsukan data, pengalaman, refleksi, atau bukti kegiatan.Termasuk pelanggaran integritas akademik dan nilai amanah.

Protokol TABAYYUN-AI

  • Tetapkan tujuan belajar sebelum membuka AI.
  • Ajukan pertanyaan yang menuntut alasan, bukan jawaban jadi.
  • Bandingkan keluaran dengan sumber primer dan rujukan akademik.
  • Audit ayat, hadis, data, kutipan, dan daftar pustaka.
  • Yatakan bagian yang dibantu AI secara transparan.
  • Yakinkan bahwa argumen akhir benar-benar dipahami.
  • Ubah dan perbaiki berdasarkan penilaian kritis sendiri.
  • Nilai dampaknya terhadap iman, ilmu, kemaslahatan, dan keadilan.

Catatan penggunaan AI pada tugas

Cantumkan: (1) nama alat AI; (2) tujuan penggunaannya; (3) contoh prompt utama; (4) bagian keluaran yang dipakai; (5) revisi yang dilakukan mahasiswa; dan (6) sumber yang dipakai untuk verifikasi.

AI bukan sumber otoritatif ayat atau hadis. Teks, nomor ayat, terjemah, takhrij, dan penjelasan keagamaan harus diperiksa pada Al-Qur'an, kitab hadis, buku rujukan, artikel ilmiah, atau sumber kelembagaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keselarasan CPL–CPMK

Aktivitas dan Bukti Capaian

Capaian yang DikembangkanAktivitasBukti yang Dinilai
Penguasaan konsep IslamTadabbur, pembacaan kritis, latihan Al-Qur'an, penjelasan konsepTes lisan/tulisan, cek pemahaman, catatan sumber
Berpikir kritis dan kreatifAnalisis kasus, perbandingan perspektif, debat berbukti, desain solusiPeta masalah, matriks analisis, argumen, produk/prototipe
Integritas dan profesionalismeKeputusan etis, kontrak tindakan, audit AI, refleksi jujurKonsistensi proses, transparansi, refleksi, perilaku nyata
Komunikasi dan kolaborasi3MT, presentasi, pembagian peran, kritik sejawatPerforma, kontribusi individual, umpan balik dan penilaian sejawat
Kepedulian lokal–globalRiset mini dan proyek berbasis moderasi, antikorupsi, serta SDGsData lapangan, pelaksanaan aksi, evaluasi dampak, rekomendasi
Belajar sepanjang hayatRefleksi metakognitif, revisi berdasarkan umpan balik, rencana tindak lanjutPortofolio perkembangan dan perbaikan karya
Pembagian Peran

Dosen, Mahasiswa, dan AI

Dosen
Merancang masalah, memberi batasan dan sumber, menguji alasan, memberi umpan balik, serta menilai proses dan capaian.
Mahasiswa
Mencari, memahami, menganalisis, berdialog, mencipta, bertindak, merefleksi, dan mempertanggungjawabkan hasil.
AI
Membantu eksplorasi dan latihan; tidak memiliki otoritas ilmiah-keagamaan dan tidak mengambil alih keputusan mahasiswa.
Rujukan Resmi

Landasan yang Digunakan