Rancangan penelitian kuantitatif yang dapat dijalankan dengan data mahasiswa yang sudah terkumpul di situs ini ditambah instrumen survei seperlunya. Bidangnya: agama Islam, pendidikan agama Islam (PAI), serta ekonomi Islam dan industri halal. Halaman ini hanya berisi rancangan; belum ada data yang diambil dari mahasiswa.
ADA data sudah dikumpulkan sistem. SEBAGIAN ada pendekatannya (proksi), tetapi bukan alat ukur baku. perlu instrumen tambahan.
Semua desain diasumsikan memakai persetujuan, anonimisasi, dan izin etik di bagian Etika.
Instrumen yang dapat langsung dikirim ke mahasiswa (dengan lembar persetujuan sukarela dan jawaban berkode), saran partisipan, pemantauan, dan ekspor CSV ada di Persiapan Penelitian. Mahasiswa mengisinya di penelitian.html.
Konstruk, indikator di sistem, tempat data tersimpan, dan keterbatasannya.
| Konstruk | Indikator di sistem | Sumber (sheet / halaman) | Skala | Status & catatan |
|---|---|---|---|---|
| Pengetahuan/literasi keislaman | Skor Pretest dan Posttest; Cek Pemahaman per pertemuan; kosakata (mufradat) | Pretest, Posttest, CekPemahaman, Mufradat | Rasio/interval (skor) | ADA Soal harus dicek kesetaraan pre dan post (validitas isi, tingkat kesukaran) sebelum dipakai mengukur perubahan. |
| Kemampuan Al-Qur’an | Hasil tes dan placement Al-Qur’an; setoran hafalan; tilawah harian pada Tantangan UTS | TesQuran, Placement, Hafalan, TantanganUTS | Ordinal/rasio | ADA Penilaian bacaan melibatkan penilai; periksa keandalan antar-penilai bila dipakai sebagai variabel utama. |
| Praktik ibadah dan kebiasaan baik (religiusitas perilaku) | Ceklist harian 7 hari (kewajiban dan sunnah), audit Takhalli, muhasabah nilai diri 1–5 | TantanganUTS, DraftTantanganUTS | Hitung/ordinal; data harian (berulang) | SEBAGIAN Ini laporan diri dan rentan bias keinginan sosial. Cocok sebagai data panel harian, bukan skala religiusitas baku. |
| Karakter (fathonah, amanah, shiddiq, tabligh) | Ketepatan waktu mengumpulkan; kelengkapan isian jujur; muhasabah; kehadiran | Kehadiran, Tugas, TantanganUTS | Beragam | SEBAGIAN Hanya proksi perilaku. Untuk mengukur karakter, tambahkan skala baku. |
| Keterlibatan belajar | Kehadiran; membaca materi; tugas web yang dikumpulkan; keaktifan di Galeri Kelas | Kehadiran, BacaMateri, Tugas, SesiKehadiran | Hitung/rasio | ADA Dicatat otomatis dan kaya waktu (timestamp), cocok untuk analisis prediktif. |
| Capaian belajar | Nilai tugas mingguan (rubrik), penilaian kelas, nilai akhir | PenilaianKelas, NilaiTantanganUTS, NilaiKelompok, rekap nilai | 0–100 | ADA Penilainya adalah Anda sendiri; nyatakan itu sebagai keterbatasan. |
| Kolaborasi/kerja tim | Penilaian sejawat tim, nilai kelompok dan anggota, kegiatan kelompok | PenilaianSejawatTim, PenilaianTeman, NilaiKelompok, NilaiAnggota | Skala 1–5/0–100 | ADA Data bertingkat (mahasiswa dalam kelompok dalam kelas): perlu model multilevel. |
| Aksi sosial dan kepedulian (SDGs) | Tantangan 17 SDGs, luaran dan proyek | TantanganSDGs, LuaranTim | Hitung/ordinal | SEBAGIAN Jenis SDG yang dipilih dapat dikodekan menjadi kategori (mis. SDG 1, 2, 8, 12 yang dekat dengan ekonomi). |
| Hambatan belajar | Laporan kesulitan per tugas dan kategori | LaporanKesulitan | Hitung/nominal | ADA Jangan disebut mengukur “kesulitan” umum; ia hanya mengukur yang dilaporkan. |
| Latar demografi | Fakultas, program studi, kelas | Roster | Nominal | ADA Variabel kontrol dan pengelompokan. Jenis kelamin, asal daerah, dan pesantren belum ada; tambahkan lewat survei bila perlu. |
| Literasi dan sikap ekonomi Islam | — | — | Skala Likert | Belum ada instrumen langsung. Lihat bagian 5. |
| Kesadaran halal, niat membeli, perilaku konsumsi halal | — | — | Skala Likert | Belum ada instrumen langsung. Lihat bagian 5. |
Kesimpulan: untuk PAI dan keislaman, sistem sudah memuat banyak data. Untuk ekonomi Islam dan industri halal, hampir semuanya perlu survei tambahan, kecuali bila Anda menelaah isian SDGs yang bertema ekonomi.
| Desain | Cocok untuk pertanyaan | Data dari sistem | Analisis utama | Kelemahan yang harus diakui |
|---|---|---|---|---|
| A. One-group pretest–posttest | Apakah pemahaman keislaman meningkat setelah pembelajaran? Seberapa besar? | Pretest, Posttest | Uji-t berpasangan atau Wilcoxon; effect size (Cohen’s d); N-gain (Hake, 1998) | Tanpa kelompok kontrol: kenaikan bisa karena kematangan, pengulangan soal, atau faktor lain. Jangan menyimpulkan sebab-akibat. |
| B. Kuasi-eksperimen non-ekuivalen antar kelas | Apakah metode X (mis. Tantangan 7 Hari berbasis web) menaikkan capaian dibanding metode biasa? | Pretest sebagai kovariat; Posttest; kelas pembanding | ANCOVA atau regresi dengan kovariat pretest; model multilevel bila banyak kelas | Kelas tidak diacak. Kendalikan prodi dan pretest; laporkan ICC dan design effect. |
| C. Korelasional-prediktif | Keterlibatan apa (kehadiran, membaca materi, tugas web) yang paling memprediksi capaian? | Kehadiran, BacaMateri, Tugas, nilai | Regresi berganda/hierarkis; regresi logistik bila luarannya lulus/tidak | Korelasi bukan sebab. Waspadai multikolinearitas (VIF) dan keterlibatan yang “dibuat-buat”. |
| D. Data panel harian (7 hari) | Apakah kebiasaan ibadah dan muhasabah berubah dari hari ke hari, dan apa yang memengaruhinya? | TantanganUTS per hari | Model efek campuran (mixed-effects) atau growth curve; analisis dalam-individu | Hanya 7 titik waktu; efek pembiasaan dan kelelahan mengisi bercampur. |
| E. Survei lintas-seksi untuk ekonomi Islam dan halal | Apakah literasi syariah dan kesadaran halal memengaruhi niat dan perilaku konsumsi halal? | Survei baru; Roster sebagai demografi; capaian PAI sebagai kovariat | CFA, reliabilitas (α/ω), AVE, HTMT; SEM-PLS atau CB-SEM | Laporan diri; sampel satu universitas sehingga generalisasi terbatas. |
| F. Mediasi/moderasi | Apakah pemahaman keislaman memengaruhi perilaku melalui sikap (mis. kerangka Theory of Planned Behavior, Ajzen, 1991)? | Survei + data sistem | PROCESS (Hayes) atau SEM-PLS dengan bootstrapping | Desain lintas-seksi tidak membuktikan urutan sebab-akibat. |
| G. Eksperimen acak berkluster (opsional) | Efek intervensi tertentu bila dapat diacak per kelas atau per kelompok | Pretest, Posttest, data intervensi | Model multilevel; perhatikan jumlah kluster | Perlu banyak kluster agar bertenaga; secara etik, intervensi yang menguntungkan tidak boleh hanya untuk sebagian tanpa kompensasi. |
Mulai dari B (bila dua kelas atau lebih diajar berbeda) atau A + C (satu angkatan, tanpa pembanding). Keduanya memakai data yang sudah ada sehingga biaya paling rendah. Tambahkan E bila Anda ingin menjangkau ekonomi Islam dan industri halal.
Untuk konstruk bertanda . Pilih skala yang sudah divalidasi, adaptasi ke bahasa Indonesia (back-translation), lalu uji coba di kelas kecil sebelum dipakai.
| Konstruk | Rujukan awal untuk dicari dan diverifikasi | Contoh format |
|---|---|---|
| Religiusitas | Dimensi religiusitas Glock & Stark (1965); skala sikap terhadap agama Islam (Wilde & Joseph, 1997) atau skala religiusitas Muslim yang tervalidasi di Indonesia | Likert 1–5 |
| Literasi ekonomi/keuangan syariah | Kerangka literasi keuangan syariah dari OJK (survei SNLIK); skala literasi keuangan syariah dalam literatur ekonomi Islam | Soal pengetahuan benar-salah/pilihan ganda + Likert sikap |
| Kesadaran halal | Aziz & Chok (2013) tentang halal awareness dan niat membeli; skala halal literacy yang tersedia | Likert 1–5 |
| Niat dan perilaku konsumsi halal | Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991): sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niat | Likert 1–5; perilaku tiga bulan terakhir |
| Karakter amanah/shiddiq | Skala integritas/kejujuran akademik yang tervalidasi | Likert 1–5 |
| Kecenderungan menjawab sesuai harapan sosial | Skala social desirability singkat sebagai kontrol | Benar–salah |
Nama penulis dan tahun di atas adalah titik awal pencarian, bukan daftar pustaka siap pakai. Cek ke sumber asli (judul, jurnal, item, lisensi pemakaian, bukti validitas pada populasi Indonesia) sebelum mengutipnya.
Survei dapat dibuat lewat formulir terpisah di luar situs ini (mis. Google Forms dengan kode responden acak). Hubungkan dengan data sistem lewat kode acak, bukan NIM, dan hanya dengan persetujuan.
Kunci berisi dua kolom: NIM dan Kode (mis. R001, R002, … acak). Simpan sheet ini terpisah dan terkunci. Di sheet data, ganti NIM dengan Kode (rumus VLOOKUP lalu tempel sebagai nilai), kemudian hapus kolom Nama, NIM, foto, WA, dan email.Rekap Nilai & PIN Kelas (jangan menyalin kolom PIN), Rekap Mingguan, Rekap Tantangan UTS, Rekap Tantangan SDGs, Rekap Hafalan, Galeri Kelas.
Mahasiswa mengisi data ini sebagai tugas kuliah, bukan sebagai responden. Menjadikannya data penelitian berarti memakai data itu untuk tujuan kedua. Karena Anda juga yang memberi nilai, persetujuan mereka bisa terasa wajib (relasi kuasa). Ini risiko etik terbesar penelitian ini dan harus ditangani sejak rancangan.
“Saya memahami bahwa data tugas dan jawaban saya pada mata kuliah PAI boleh dianalisis untuk penelitian tentang pembelajaran agama Islam, tanpa nama dan NIM saya. Keikutsertaan saya sukarela. Bila saya menolak atau menarik diri, nilai dan perlakuan terhadap saya tidak berubah. Hasil hanya dilaporkan secara agregat atau dengan nama samaran.”
Jurnal sasaran yang lazim: jurnal pendidikan agama Islam terakreditasi SINTA (mis. kategori pendidikan Islam), jurnal ekonomi dan keuangan syariah, serta jurnal studi halal. Periksa lingkup dan akreditasi terkini sebelum memilih.