Logo Universitas Mataram Materi PAI · UNRAM Desain Penelitian Kuantitatif
🔐 Mode Dosen · 🔬 Penelitian

📊 Desain Penelitian Kuantitatif

Rancangan penelitian kuantitatif yang dapat dijalankan dengan data mahasiswa yang sudah terkumpul di situs ini ditambah instrumen survei seperlunya. Bidangnya: agama Islam, pendidikan agama Islam (PAI), serta ekonomi Islam dan industri halal. Halaman ini hanya berisi rancangan; belum ada data yang diambil dari mahasiswa.

Cara membaca halaman ini

ADA data sudah dikumpulkan sistem. SEBAGIAN ada pendekatannya (proksi), tetapi bukan alat ukur baku. BARU perlu instrumen tambahan.

Semua desain diasumsikan memakai persetujuan, anonimisasi, dan izin etik di bagian Etika.

🔬 Siap dijalankan

Instrumen yang dapat langsung dikirim ke mahasiswa (dengan lembar persetujuan sukarela dan jawaban berkode), saran partisipan, pemantauan, dan ekspor CSV ada di Persiapan Penelitian. Mahasiswa mengisinya di penelitian.html.

1. Peta Data yang Sudah Ada di Sistem

Konstruk, indikator di sistem, tempat data tersimpan, dan keterbatasannya.

KonstrukIndikator di sistemSumber (sheet / halaman)SkalaStatus & catatan
Pengetahuan/literasi keislamanSkor Pretest dan Posttest; Cek Pemahaman per pertemuan; kosakata (mufradat)Pretest, Posttest, CekPemahaman, MufradatRasio/interval (skor)ADA Soal harus dicek kesetaraan pre dan post (validitas isi, tingkat kesukaran) sebelum dipakai mengukur perubahan.
Kemampuan Al-Qur’anHasil tes dan placement Al-Qur’an; setoran hafalan; tilawah harian pada Tantangan UTSTesQuran, Placement, Hafalan, TantanganUTSOrdinal/rasioADA Penilaian bacaan melibatkan penilai; periksa keandalan antar-penilai bila dipakai sebagai variabel utama.
Praktik ibadah dan kebiasaan baik (religiusitas perilaku)Ceklist harian 7 hari (kewajiban dan sunnah), audit Takhalli, muhasabah nilai diri 1–5TantanganUTS, DraftTantanganUTSHitung/ordinal; data harian (berulang)SEBAGIAN Ini laporan diri dan rentan bias keinginan sosial. Cocok sebagai data panel harian, bukan skala religiusitas baku.
Karakter (fathonah, amanah, shiddiq, tabligh)Ketepatan waktu mengumpulkan; kelengkapan isian jujur; muhasabah; kehadiranKehadiran, Tugas, TantanganUTSBeragamSEBAGIAN Hanya proksi perilaku. Untuk mengukur karakter, tambahkan skala baku.
Keterlibatan belajarKehadiran; membaca materi; tugas web yang dikumpulkan; keaktifan di Galeri KelasKehadiran, BacaMateri, Tugas, SesiKehadiranHitung/rasioADA Dicatat otomatis dan kaya waktu (timestamp), cocok untuk analisis prediktif.
Capaian belajarNilai tugas mingguan (rubrik), penilaian kelas, nilai akhirPenilaianKelas, NilaiTantanganUTS, NilaiKelompok, rekap nilai0–100ADA Penilainya adalah Anda sendiri; nyatakan itu sebagai keterbatasan.
Kolaborasi/kerja timPenilaian sejawat tim, nilai kelompok dan anggota, kegiatan kelompokPenilaianSejawatTim, PenilaianTeman, NilaiKelompok, NilaiAnggotaSkala 1–5/0–100ADA Data bertingkat (mahasiswa dalam kelompok dalam kelas): perlu model multilevel.
Aksi sosial dan kepedulian (SDGs)Tantangan 17 SDGs, luaran dan proyekTantanganSDGs, LuaranTimHitung/ordinalSEBAGIAN Jenis SDG yang dipilih dapat dikodekan menjadi kategori (mis. SDG 1, 2, 8, 12 yang dekat dengan ekonomi).
Hambatan belajarLaporan kesulitan per tugas dan kategoriLaporanKesulitanHitung/nominalADA Jangan disebut mengukur “kesulitan” umum; ia hanya mengukur yang dilaporkan.
Latar demografiFakultas, program studi, kelasRosterNominalADA Variabel kontrol dan pengelompokan. Jenis kelamin, asal daerah, dan pesantren belum ada; tambahkan lewat survei bila perlu.
Literasi dan sikap ekonomi Islam——Skala LikertBARU Belum ada instrumen langsung. Lihat bagian 5.
Kesadaran halal, niat membeli, perilaku konsumsi halal——Skala LikertBARU Belum ada instrumen langsung. Lihat bagian 5.

Kesimpulan: untuk PAI dan keislaman, sistem sudah memuat banyak data. Untuk ekonomi Islam dan industri halal, hampir semuanya perlu survei tambahan, kecuali bila Anda menelaah isian SDGs yang bertema ekonomi.

2. Pilihan Desain

DesainCocok untuk pertanyaanData dari sistemAnalisis utamaKelemahan yang harus diakui
A. One-group pretest–posttestApakah pemahaman keislaman meningkat setelah pembelajaran? Seberapa besar?Pretest, PosttestUji-t berpasangan atau Wilcoxon; effect size (Cohen’s d); N-gain (Hake, 1998)Tanpa kelompok kontrol: kenaikan bisa karena kematangan, pengulangan soal, atau faktor lain. Jangan menyimpulkan sebab-akibat.
B. Kuasi-eksperimen non-ekuivalen antar kelasApakah metode X (mis. Tantangan 7 Hari berbasis web) menaikkan capaian dibanding metode biasa?Pretest sebagai kovariat; Posttest; kelas pembandingANCOVA atau regresi dengan kovariat pretest; model multilevel bila banyak kelasKelas tidak diacak. Kendalikan prodi dan pretest; laporkan ICC dan design effect.
C. Korelasional-prediktifKeterlibatan apa (kehadiran, membaca materi, tugas web) yang paling memprediksi capaian?Kehadiran, BacaMateri, Tugas, nilaiRegresi berganda/hierarkis; regresi logistik bila luarannya lulus/tidakKorelasi bukan sebab. Waspadai multikolinearitas (VIF) dan keterlibatan yang “dibuat-buat”.
D. Data panel harian (7 hari)Apakah kebiasaan ibadah dan muhasabah berubah dari hari ke hari, dan apa yang memengaruhinya?TantanganUTS per hariModel efek campuran (mixed-effects) atau growth curve; analisis dalam-individuHanya 7 titik waktu; efek pembiasaan dan kelelahan mengisi bercampur.
E. Survei lintas-seksi untuk ekonomi Islam dan halalApakah literasi syariah dan kesadaran halal memengaruhi niat dan perilaku konsumsi halal?Survei baru; Roster sebagai demografi; capaian PAI sebagai kovariatCFA, reliabilitas (α/ω), AVE, HTMT; SEM-PLS atau CB-SEMLaporan diri; sampel satu universitas sehingga generalisasi terbatas.
F. Mediasi/moderasiApakah pemahaman keislaman memengaruhi perilaku melalui sikap (mis. kerangka Theory of Planned Behavior, Ajzen, 1991)?Survei + data sistemPROCESS (Hayes) atau SEM-PLS dengan bootstrappingDesain lintas-seksi tidak membuktikan urutan sebab-akibat.
G. Eksperimen acak berkluster (opsional)Efek intervensi tertentu bila dapat diacak per kelas atau per kelompokPretest, Posttest, data intervensiModel multilevel; perhatikan jumlah klusterPerlu banyak kluster agar bertenaga; secara etik, intervensi yang menguntungkan tidak boleh hanya untuk sebagian tanpa kompensasi.

Rekomendasi pemula

Mulai dari B (bila dua kelas atau lebih diajar berbeda) atau A + C (satu angkatan, tanpa pembanding). Keduanya memakai data yang sudah ada sehingga biaya paling rendah. Tambahkan E bila Anda ingin menjangkau ekonomi Islam dan industri halal.

3. Contoh Hipotesis per Bidang

Agama Islam

Pendidikan agama Islam

Perekonomian Islam dan industri halal

4. Populasi dan Sampel

5. Instrumen Tambahan

Untuk konstruk bertanda BARU. Pilih skala yang sudah divalidasi, adaptasi ke bahasa Indonesia (back-translation), lalu uji coba di kelas kecil sebelum dipakai.

KonstrukRujukan awal untuk dicari dan diverifikasiContoh format
ReligiusitasDimensi religiusitas Glock & Stark (1965); skala sikap terhadap agama Islam (Wilde & Joseph, 1997) atau skala religiusitas Muslim yang tervalidasi di IndonesiaLikert 1–5
Literasi ekonomi/keuangan syariahKerangka literasi keuangan syariah dari OJK (survei SNLIK); skala literasi keuangan syariah dalam literatur ekonomi IslamSoal pengetahuan benar-salah/pilihan ganda + Likert sikap
Kesadaran halalAziz & Chok (2013) tentang halal awareness dan niat membeli; skala halal literacy yang tersediaLikert 1–5
Niat dan perilaku konsumsi halalTheory of Planned Behavior (Ajzen, 1991): sikap, norma subjektif, kontrol perilaku, niatLikert 1–5; perilaku tiga bulan terakhir
Karakter amanah/shiddiqSkala integritas/kejujuran akademik yang tervalidasiLikert 1–5
Kecenderungan menjawab sesuai harapan sosialSkala social desirability singkat sebagai kontrolBenar–salah

Verifikasi dulu

Nama penulis dan tahun di atas adalah titik awal pencarian, bukan daftar pustaka siap pakai. Cek ke sumber asli (judul, jurnal, item, lisensi pemakaian, bukti validitas pada populasi Indonesia) sebelum mengutipnya.

Survei dapat dibuat lewat formulir terpisah di luar situs ini (mis. Google Forms dengan kode responden acak). Hubungkan dengan data sistem lewat kode acak, bukan NIM, dan hanya dengan persetujuan.

6. Rencana Analisis

  1. Persiapan data: hapus pengenal, cek data ganda dan kiriman ulang (tetapkan aturannya, mis. memakai kiriman terakhir, dan tuliskan di laporan), tangani data hilang (MCAR/MAR; imputasi ganda bila perlu), pantau pencilan.
  2. Statistik deskriptif: rerata, simpangan baku, sebaran per prodi/kelas.
  3. Kualitas alat ukur: validitas isi (pakar), reliabilitas (α Cronbach, ω), analisis butir soal tes (tingkat kesukaran, daya beda), CFA untuk skala baru.
  4. Uji asumsi: normalitas (Shapiro–Wilk dan plot), homogenitas, linearitas, multikolinearitas (VIF < 5), independensi (ICC).
  5. Uji utama sesuai desain pada bagian 2, selalu dengan effect size dan interval kepercayaan, bukan p-value saja.
  6. Uji ketahanan: analisis sensitivitas (dengan/tanpa pencilan), koreksi pengujian berganda (Holm atau Benjamini–Hochberg), dan pra-pendaftaran rencana analisis (mis. di OSF) agar terhindar dari p-hacking.
  7. Piranti: R (lme4, lavaan, semPLS/seminr), JASP/jamovi (gratis), SmartPLS, SPSS.

7. Mengambil Data dari Sistem

  1. Selesaikan persetujuan dan izin etik lebih dulu. Tanpa itu, jangan menyalin data apa pun.
  2. Buka spreadsheet dosen (tempat sheet-sheet di bagian 1 berada). Salin sheet yang diperlukan ke spreadsheet baru khusus penelitian. Jangan menganalisis di spreadsheet operasional.
  3. Buat sheet Kunci berisi dua kolom: NIM dan Kode (mis. R001, R002, … acak). Simpan sheet ini terpisah dan terkunci. Di sheet data, ganti NIM dengan Kode (rumus VLOOKUP lalu tempel sebagai nilai), kemudian hapus kolom Nama, NIM, foto, WA, dan email.
  4. Hanya sertakan mahasiswa yang menyetujui (daftar persetujuan juga memakai kode).
  5. Untuk analisis statistik, unduh sebagai CSV/Excel. Untuk teks kualitatif, lihat Desain Kualitatif.

⚖️ Etika — Wajib Dibaca Sebelum Mengambil Data Apa pun

Anda adalah dosen sekaligus peneliti

Mahasiswa mengisi data ini sebagai tugas kuliah, bukan sebagai responden. Menjadikannya data penelitian berarti memakai data itu untuk tujuan kedua. Karena Anda juga yang memberi nilai, persetujuan mereka bisa terasa wajib (relasi kuasa). Ini risiko etik terbesar penelitian ini dan harus ditangani sejak rancangan.

  1. Persetujuan terpisah dan sukarela (informed consent). Persetujuan penelitian tidak boleh digabung dengan pengumpulan tugas. Menolak atau menarik diri tidak boleh berpengaruh pada nilai, perlakuan, atau hubungan dengan dosen. Simpan bukti persetujuan.
  2. Pisahkan waktu penilaian dari waktu analisis. Analisis data individual dilakukan setelah nilai akhir ditetapkan, atau oleh pihak yang tidak menilai (asisten atau rekan peneliti).
  3. Izin etik. Ajukan kaji etik ke komisi etik penelitian di fakultas atau universitas Anda sebelum pengambilan data. Banyak jurnal menolak artikel tanpa nomor izin etik atau surat keterangan bebas etik. Pastikan kewajiban di institusi Anda.
  4. Anonimisasi (pseudonimisasi). Salin data ke berkas penelitian terpisah. Ganti NIM dengan kode acak, simpan tabel kuncinya di tempat terpisah dan terkunci, lalu hapus nama, foto, nomor WA, dan email. Foto mahasiswa tidak boleh masuk berkas penelitian.
  5. Data keagamaan bersifat sensitif. Praktik ibadah, kebiasaan berdosa (daftar Takhalli), keraguan, dan hambatan mengamalkan ayat termasuk ranah pribadi. Perlakukan setara data sensitif, meski daftar “data pribadi spesifik” dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi tidak menyebut agama secara eksplisit. Periksa pasal-pasalnya dan kebijakan institusi Anda.
  6. Jangan menghukum kejujuran. Bila mahasiswa mengira jawaban “belum bisa mengamalkan” menurunkan nilai, jawaban mereka akan dibuat-buat (social desirability) dan data tak berguna. Pada sistem ini jawaban jujur memang tidak mengurangi nilai; sampaikan itu kepada responden.
  7. Penyimpanan dan penghapusan. Tetapkan masa simpan (mis. 5 tahun), siapa yang boleh mengakses, dan cara menghapus. Jangan mengirim berkas data lewat grup pesan atau surel pribadi.
  8. Hindari merugikan. Laporkan hasil dalam bentuk agregat. Kutipan individual harus diberi nama samaran dan dicek agar tidak bisa dikenali dari detailnya.

Contoh kalimat persetujuan (sesuaikan dengan komisi etik)

“Saya memahami bahwa data tugas dan jawaban saya pada mata kuliah PAI boleh dianalisis untuk penelitian tentang pembelajaran agama Islam, tanpa nama dan NIM saya. Keikutsertaan saya sukarela. Bila saya menolak atau menarik diri, nilai dan perlakuan terhadap saya tidak berubah. Hasil hanya dilaporkan secara agregat atau dengan nama samaran.”

9. Contoh Judul Penelitian

  1. Pengaruh pembelajaran PAI berbasis tantangan tujuh hari terhadap pemahaman dan praktik keislaman mahasiswa (kuasi-eksperimen).
  2. Keterlibatan belajar berbasis web dan capaian mata kuliah PAI: analisis regresi hierarkis dengan data jejak digital.
  3. Dinamika kebiasaan ibadah dan muhasabah harian mahasiswa selama tantangan tarkib: analisis model campuran.
  4. Literasi ekonomi syariah, kesadaran halal, dan niat konsumsi produk halal pada mahasiswa Universitas Mataram: SEM-PLS dengan kerangka TPB.
  5. Peran pemahaman nilai Islam (PAI) sebagai moderator hubungan literasi halal dan perilaku konsumsi.
  6. Aksi SDGs mahasiswa dalam bingkai maqashid syariah: hubungan tema ekonomi dan keterlibatan sosial.

Jurnal sasaran yang lazim: jurnal pendidikan agama Islam terakreditasi SINTA (mis. kategori pendidikan Islam), jurnal ekonomi dan keuangan syariah, serta jurnal studi halal. Periksa lingkup dan akreditasi terkini sebelum memilih.