Rancangan penelitian kualitatif yang memanfaatkan tulisan, refleksi, dan jejak kegiatan mahasiswa yang sudah terkumpul di situs ini, ditambah wawancara atau FGD seperlunya. Bidangnya: agama Islam, pendidikan agama Islam (PAI), serta ekonomi Islam dan industri halal. Halaman ini hanya berisi rancangan; belum ada data yang diambil dari mahasiswa.
Instrumen yang dapat langsung dikirim ke mahasiswa (dengan lembar persetujuan sukarela dan jawaban berkode), saran partisipan, pemantauan, dan ekspor CSV ada di Persiapan Penelitian. Mahasiswa mengisinya di penelitian.html.
| Sumber | Isi | Tempat data | Cocok untuk menjawab | Catatan etik |
|---|---|---|---|---|
| Tilawah, tadabbur & amal ayat (tiap hari, 7 hari) | Surat dan ayat yang dibaca, renungan, status pengamalan (sudah/sebagian/belum/renungan), hambatan, langkah kecil | TantanganUTS (isian harian) | Bagaimana mahasiswa memaknai ayat dan apa yang menghambat pengamalan | Privat dan reflektif; samarkan kutipan. |
| Muhasabah malam dan Big Plan pagi | Yang dilakukan, tercapai, belum tercapai, evaluasi besok, nilai diri | TantanganUTS | Proses pembiasaan diri, naratif perubahan | Sangat personal. |
| Alasan “tidak terlaksana” dan kegiatan tambahan | Mengapa ibadah/kebiasaan tidak terlaksana; alasan menjaga diri dari larangan (takhalli) | TantanganUTS (kolom alasan dan keterangan) | Hambatan praktik ibadah dan strategi menjaga diri | Menyangkut perilaku yang dianggap tercela; jaga kerahasiaan. |
| Refleksi tugas mingguan | Refleksi pembelajaran dan luaran individu per pertemuan | Tugas, rekap luaran individu | Pengalaman belajar PAI, perubahan cara pandang | Refleksi hanya dibagikan ke linimasa bila mahasiswa mencentangnya; itu bukan persetujuan penelitian. |
| Diary tadabbur | Tujuh hari diary Al-Qur’an dengan tindakan 24 jam | Tugas pertemuan 2–3 | Pembentukan paradigma Al-Qur’an | Reflektif dan personal. |
| Proyek SDGs dan luaran tim | Masalah sosial yang dipilih, aksi, dokumentasi, laporan | TantanganSDGs, LuaranTim, TopikPresentasi | Bagaimana mahasiswa mengaitkan Islam dengan isu sosial dan ekonomi, termasuk halal, kemiskinan, konsumsi bertanggung jawab | Laporan tim bersifat kolektif; foto orang lain perlu izin. |
| Catatan agenda, linimasa, refleksi bersama | Catatan pertemuan dan unggahan yang sengaja dibagikan | AgendaKelas, Postingan | Wacana kelas | Bersifat semi-publik, tetapi tetap perlu persetujuan penelitian. |
| Laporan kesulitan | Pesan bebas tentang bagian tugas yang membingungkan | LaporanKesulitan | Hambatan belajar dari sudut pandang mahasiswa; bahan siklus perbaikan | Tidak mewakili seluruh mahasiswa. |
| Wawancara dan FGD (baru) | — | Dikerjakan di luar sistem | Pengalaman mendalam, motif, dan makna | Butuh persetujuan lisan dan tertulis. |
Isi teks bisa dibaca per baris di Tinjau Isi Tantangan (dalil, renungan, data). Tinjau dulu sebelum menentukan korpus.
| Desain | Pertanyaan khas | Data dan partisipan | Analisis | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| A. Analisis tematik / isi (Braun & Clarke, 2006) | Tema apa yang muncul dalam refleksi dan tadabbur mahasiswa? | Korpus teks sistem; sampel kelas atau semua yang setuju | Enam langkah: familiarisasi, kode awal, tema, tinjauan tema, penamaan, laporan | Paling praktis dan murah: data sudah berbentuk teks. Cocok sebagai langkah pertama. |
| B. Studi kasus instrumental (Yin; Stake) | Bagaimana pembelajaran PAI berbasis tantangan bekerja pada satu kelas atau prodi tertentu? | Satu atau dua kelas; dokumen sistem + wawancara + observasi kelas | Penjodohan pola, penjelasan, triangulasi sumber | Menyatukan data sistem dan kualitatif; batasi kasusnya dengan jelas. |
| C. Fenomenologi interpretatif (IPA) | Bagaimana mahasiswa mengalami dan memaknai tujuh hari pembiasaan ibadah? | 3–10 partisipan purposif homogen; wawancara mendalam; diary sebagai pemicu | Analisis idiografik per kasus, lalu lintas-kasus | Jumlah kecil, kedalaman besar. Dosen perlu menyatakan posisinya (reflexivity). |
| D. Grounded theory konstruktivis (Charmaz) | Bagaimana proses hambatan mengamalkan ayat terbentuk dan diatasi? | Isian hambatan dan langkah kecil, lalu wawancara teoretis | Pengodean awal, terfokus, teoretis; memoing; perbandingan konstan | Kategori awal sudah tersedia dari sistem (ilmu, kebiasaan, lingkungan, waktu, niat, malu, lain), tetapi jangan membatasi diri padanya. |
| E. Penelitian tindakan kelas (Kemmis & McTaggart) | Bagaimana memperbaiki tugas atau tahapan pembelajaran agar mahasiswa tidak kesulitan? | Laporan kesulitan, observasi, refleksi dosen; siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi | Perbandingan antarsiklus; indikator keberhasilan | Sangat sesuai dengan kerja Anda sehari-hari dan fitur “Ada kesulitan?”. |
| F. Studi dokumen/analisis wacana | Bagaimana wacana “ekonomi Islam” dan “halal” dikonstruksi dalam proyek SDGs mahasiswa? | Luaran tim, topik presentasi, linimasa | Analisis wacana kritis, pengodean tematik | Dokumen tim bersifat kolektif: tetap perlu izin. |
| G. Metode campuran | Mengapa hubungan antar-variabel pada penelitian kuantitatif seperti itu? | Desain explanatory sequential: kuantitatif lalu wawancara pada kasus ekstrem. Atau convergent. | Integrasi lewat joint display | Lihat Desain Kuantitatif. |
Mulai dari E (penelitian tindakan) dengan A (analisis tematik) pada isian tadabbur dan hambatan; keduanya memakai data yang sudah ada dan hasilnya langsung memperbaiki pembelajaran. Tambahkan C atau D bila Anda ingin kedalaman.
Disusun dari struktur isian yang sudah ada di sistem. Anggap sebagai hipotesis kerja, bukan kategori final.
| Kode induk | Subkode | Contoh penanda dalam teks |
|---|---|---|
| Pemaknaan ayat | pesan moral; relevansi pribadi; relevansi sosial; pertanyaan/keraguan | “ayat ini mengingatkan saya…”, “saya belum paham maksudnya…” |
| Hambatan pengamalan | ilmu; kebiasaan; lingkungan; waktu; niat; rasa malu; lain-lain | “belum tahu caranya”, “teman-teman tidak…”, “malu dilihat” |
| Strategi mengatasi | langkah kecil; meminta bantuan; mengatur waktu; mengingatkan diri | “besok saya akan mulai dari…” |
| Praktik ibadah | konsistensi; keterlambatan; kelalaian; peningkatan sunnah | “terlambat karena…”, “jamaah di masjid…” |
| Penjagaan diri (takhalli) | godaan; strategi menghindar; kegagalan dan taubat | “hampir ghibah tetapi…” |
| Integritas dan kejujuran | kejujuran mengisi; tekanan nilai; rasa diawasi | “takut kelihatan tidak rajin…” |
| Ekonomi dan konsumsi | halal–thayyib; label halal; riba/pinjaman; UMKM; zakat dan sedekah | “cek label halal”, “pinjol…”, “bisnis keluarga…” |
| Isu sosial (SDGs) | kemiskinan; pangan; pendidikan; lingkungan; konsumsi bertanggung jawab | “limbah makanan”, “bank sampah” |
| Pengalaman belajar | kejelasan tugas; beban; teknis web; peran dosen dan teman | “bingung pada bagian…”, “senang karena…” |
Mahasiswa mengisi data ini sebagai tugas kuliah, bukan sebagai responden. Menjadikannya data penelitian berarti memakai data itu untuk tujuan kedua. Karena Anda juga yang memberi nilai, persetujuan mereka bisa terasa wajib (relasi kuasa). Ini risiko etik terbesar penelitian ini dan harus ditangani sejak rancangan.
“Saya memahami bahwa data tugas dan jawaban saya pada mata kuliah PAI boleh dianalisis untuk penelitian tentang pembelajaran agama Islam, tanpa nama dan NIM saya. Keikutsertaan saya sukarela. Bila saya menolak atau menarik diri, nilai dan perlakuan terhadap saya tidak berubah. Hasil hanya dilaporkan secara agregat atau dengan nama samaran.”