Logo Universitas Mataram Materi PAI · UNRAM Tantangan Tarkib 7 Hari · UTS
🏆 Pertemuan 8 · UTS Teori

Tantangan Tarkib 7 Hari

Tujuan: menghidupkan materi Pertemuan 1–7 dalam keseharian agar Anda siap menyelesaikan masalah hari ini dan nanti — dan siap untuk Project Pertemuan 9–16.

  1. 🌅PagiBig Plan
  2. ☀️SiangJalankan
  3. 📎SoreBukti & refleksi
  4. 🌙MalamMuhasabah
  5. ✅Kirimsekali sehari
🧭 Bagaimana sistem bekerja?
  • Isi bertahap. Tiap hari punya empat langkah. Isian tersimpan otomatis di perangkat Anda dan di peladen — boleh ditutup lalu dilanjutkan kapan saja, bahkan dari ponsel lain.
  • Kirim di malam hari. Tombol Kirim mengirim hari itu ke dosen. Boleh dikirim ulang untuk menyunting; mengirim satu hari tidak mengubah hari lain.
  • Kotak “syarat kirim” di tiap hari menunjukkan apa yang masih kurang; klik butirnya untuk melompat ke bagian itu.
  • Aman. Reset hanya mengosongkan isian di perangkat dan bisa dibatalkan; yang sudah terkirim tetap tersimpan. Isi kiriman hanya ditampilkan kepada Anda dan dosen.
  • Tanda ⓘ di dekat isian membuka petunjuk dan contoh. Klik hanya bila perlu.
✅ Mana yang wajib, mana yang sunnah

Dua hal yang berbeda:

  • WAJIB / SUNNAH adalah hukum syar'i sebuah amalan menurut fiqh. Wajib: shalat fardhu tepat waktu, berbakti kepada orang tua, jujur dan tidak menyontek, menjaga pandangan. Sunnah: tahajud, rawatib, dhuha, dzikir, tilawah, sedekah. Satu amalan bisa punya sisi wajib dan sisi sunnah (mis. berjamaah); catatan fiqh ringkasnya tertera di bawah tiap butir.
  • SYARAT KIRIM / TAMBAHAN adalah ketentuan tugas dari dosen. Itu tidak mengubah hukum syar'inya: misalnya Misi SDGs dari sisi fiqh adalah kebaikan yang dianjurkan, tetapi menjadi syarat tuntas tugas ini.

SYARAT KIRIM Tiap hari (Hari 1–7):

  • Tanggal pelaksanaan, Big Plan pagi, Fokus hari ini (≥ 3 butir termasuk KARYA C6), dan tilawah, tadabbur & amal ayat.
  • Bukti (tautan foto/video/dokumen atau deskripsi tertulis minimal 15 kata, atau keduanya), refleksi, Takhalli–Tahalli, dan muhasabah malam.

SYARAT KIRIM Sekali dalam 7 hari, agar tuntas (Piagam & Lencana Tarkib): tujuh hari terkirim, minimal satu aksi SDGs (lengkap dengan detailnya), dan Tajalli (minimal 5 hari konsisten mengaudit diri dan membiasakan kebaikan).

TAMBAHAN Nilai plus, tidak menghalangi Kirim:

  • Mengisi status dan jam butir ibadah & akhlak, alasan bila ada yang tidak terlaksana, serta alternatif setara bila amalan tidak bisa dikerjakan persis seperti rumusnya (mis. berbakti kepada orang tua dengan mendoakan, atau shalat sendirian bila tidak sempat berjamaah).
  • Kegiatan lain yang Anda catat sendiri, dan Karya Tarkib (Hari 8). Nilai Tarkib dihitung otomatis dari hari yang sah; dosen dapat meninjau ulang dengan rubrik autentik.

Nilai Bagian 2 (UTS) berasal dari kelengkapan tujuh hari ditambah post-test diagnostik. Catatan fiqh bersifat ringkas dan memuat perbedaan pendapat secara garis besar; untuk kasus tertentu rujuklah dosen.

Masukkan NIM untuk melihat kemajuan Anda.

🏔️ Tujuan UTS: puncak penguasaan materi 1–7 (klik untuk membaca)

UTS ini bukan ujian hafalan. Ia adalah puncak dari tujuh pertemuan yang saling bersambung, dengan satu tujuan: agar Anda mampu menyelesaikan permasalahan yang muncul hari ini dan di masa depan — dari urusan pribadi, keluarga, dan kampus sampai masalah bangsa dan bumi (SDGs) — dengan cara berpikir dan bertindak yang Islami dan Qur'ani. Ketujuh hari tantangan adalah latihan menjalani rangkaian itu dalam keseharian:

  1. 1Mengubah paradigma Islam — dari identitas menjadi cara pandang: Islam sebagai rahmat bagi semesta dan manusia sebagai khalifah.Hari 1 · Pertemuan 1
  2. 2Menguatkan paradigma dengan literasi Al-Qur'an — membaca dengan tartil, memahami kosakata dan makna, lalu mentadabburinya.Hari 2 · Pertemuan 2
  3. 3Membangun paradigma Al-Qur'an — menjadikan wahyu kacamata untuk membaca masalah dan merumuskan perubahan bertahap.Hari 3 · Pertemuan 3
  4. 4Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah ﷺ — menjaga integritas diri: akidah yang melahirkan kejujuran karena Allah melihat.Hari 4 · Pertemuan 4
  5. 5Meningkatkan kualitas syariah — ibadah dan muamalah yang dilandasi maqashid: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.Hari 5 · Pertemuan 5
  6. 6Ihsan dalam segala sesuatu — karakter, moderasi, dan ukhuwah: berbuat terbaik, seolah melihat Allah.Hari 6 · Pertemuan 6
  7. 7Keluar dari permasalahan — SDGs — Islam, sains, dan teknologi bekerja bersama menyelesaikan masalah umat dan bumi.Hari 7 · Pertemuan 7

Lebih dalam lagi, UTS ini menyempurnakan empat karakter Nabi ﷺ — Fathonah, Amanah, Shiddiq, dan Tabligh — yang kini dilatih lewat isian harian, bukan sekadar dipelajari:

KarakterYang disempurnakan lewat UTSTerlihat dalam tantangan
Fathonah
cerdas
Kecerdasan dalam memahami, membangun paradigma Al-Qur'an, dan menyelesaikan masalah dengan pendekatan Islami.Big Plan C6, KARYA tiap hari, dan aksi SDGs.
Amanah
dapat dipercaya
Menjaga kepercayaan: apa yang disampaikan benar-benar dilakukan dengan baik, sehingga membentuk integritas diri.Kegiatan yang dicentang harus sungguh dikerjakan dan dibuktikan dengan tautan.
Shiddiq
jujur
Jujur dalam mengisi, dan terbiasa melakukan hal yang benar.Audit Takhalli (“Terjaga” atau “Tergelincir”) dan muhasabah malam yang diisi apa adanya.
Tabligh
menyampaikan
Menyempurnakan penyampaian dan pembiasaan diri untuk membentuk pribadi yang lebih baik.Refleksi harian, kebiasaan baik (Tahalli), dan KARYA yang layak dibagikan.

Karena itu jujur dalam mengisi sama pentingnya dengan lengkapnya isian: isian yang apa adanya lebih berharga daripada isian yang sempurna tetapi tidak sungguh dijalani.

Setelah UTS ini Anda diharapkan menjadi pribadi yang lebih siap menjalani Project Pertemuan 9–16: bergerak bersama kelompok sebagai bagian dari umat yang disebut dalam firman Allah:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” — QS. Ali 'Imran 3:104 (terjemah makna)

Karena itu penilaiannya autentik: yang dilihat adalah bukti nyata bahwa paradigma, iman, syariah, dan ihsan Anda hidup dalam tindakan — bukan seberapa banyak yang Anda hafal.

✨ Mengapa sehari semalam yang bermakna? (klik untuk membaca)

Imam al-Ghazali menulis Bidayatul Hidayah sebagai tuntunan sehari semalam: dari bangun tidur, bersuci, shalat, belajar, bergaul, makan, sampai tidur kembali. Dalam Ihya' 'Ulumiddin ia memadukan dalil wahyu dengan argumentasi akal dan akibat nyata setiap perbuatan — supaya amal tidak sekadar kebiasaan, tetapi dipahami maknanya. Agenda Harian ini mengikuti pola yang sama: setiap butir punya 💡 Renungan berisi doa, dalil naqli, argumentasi logis, dampak, dan angka nyata.

Pagi ini sekitar 167.000 orang di dunia tidak bangun lagi (PBB, 2024). Siang ini sekitar 1 dari 11 orang di dunia lapar (FAO, 2024). Hari ini hanya sekitar 3 dari 10 pemuda Indonesia seusia Anda yang duduk di bangku kuliah (BPS, 2023). Anda bangun, makan, dan belajar — maka hidup Anda adalah amanah untuk dipakai sebaik-baiknya.

Ingin berkontribusi lebih luas? Ambil juga Tantangan 17 SDGs — Khalifah Bumi: satu aksi nyata untuk setiap tujuan pembangunan berkelanjutan.

📑 Rubrik Karya Tarkib (opsional) (klik untuk membuka)

Dosen memberi level 1–4 pada tiap kriteria. Skor = jumlah level ÷ 16 × 100. Predikat: Teladan ≥ 85, Cakap ≥ 70, Berkembang ≥ 50.