Logo Universitas Mataram Materi PAI · UNRAM Desain Penelitian Kualitatif
🔐 Mode Dosen · 🔬 Penelitian

📝 Desain Penelitian Kualitatif

Rancangan penelitian kualitatif yang memanfaatkan tulisan, refleksi, dan jejak kegiatan mahasiswa yang sudah terkumpul di situs ini, ditambah wawancara atau FGD seperlunya. Bidangnya: agama Islam, pendidikan agama Islam (PAI), serta ekonomi Islam dan industri halal. Halaman ini hanya berisi rancangan; belum ada data yang diambil dari mahasiswa.

🔬 Siap dijalankan

Instrumen yang dapat langsung dikirim ke mahasiswa (dengan lembar persetujuan sukarela dan jawaban berkode), saran partisipan, pemantauan, dan ekspor CSV ada di Persiapan Penelitian. Mahasiswa mengisinya di penelitian.html.

1. Sumber Data Kualitatif yang Sudah Ada

SumberIsiTempat dataCocok untuk menjawabCatatan etik
Tilawah, tadabbur & amal ayat (tiap hari, 7 hari)Surat dan ayat yang dibaca, renungan, status pengamalan (sudah/sebagian/belum/renungan), hambatan, langkah kecilTantanganUTS (isian harian)Bagaimana mahasiswa memaknai ayat dan apa yang menghambat pengamalanPrivat dan reflektif; samarkan kutipan.
Muhasabah malam dan Big Plan pagiYang dilakukan, tercapai, belum tercapai, evaluasi besok, nilai diriTantanganUTSProses pembiasaan diri, naratif perubahanSangat personal.
Alasan “tidak terlaksana” dan kegiatan tambahanMengapa ibadah/kebiasaan tidak terlaksana; alasan menjaga diri dari larangan (takhalli)TantanganUTS (kolom alasan dan keterangan)Hambatan praktik ibadah dan strategi menjaga diriMenyangkut perilaku yang dianggap tercela; jaga kerahasiaan.
Refleksi tugas mingguanRefleksi pembelajaran dan luaran individu per pertemuanTugas, rekap luaran individuPengalaman belajar PAI, perubahan cara pandangRefleksi hanya dibagikan ke linimasa bila mahasiswa mencentangnya; itu bukan persetujuan penelitian.
Diary tadabburTujuh hari diary Al-Qur’an dengan tindakan 24 jamTugas pertemuan 2–3Pembentukan paradigma Al-Qur’anReflektif dan personal.
Proyek SDGs dan luaran timMasalah sosial yang dipilih, aksi, dokumentasi, laporanTantanganSDGs, LuaranTim, TopikPresentasiBagaimana mahasiswa mengaitkan Islam dengan isu sosial dan ekonomi, termasuk halal, kemiskinan, konsumsi bertanggung jawabLaporan tim bersifat kolektif; foto orang lain perlu izin.
Catatan agenda, linimasa, refleksi bersamaCatatan pertemuan dan unggahan yang sengaja dibagikanAgendaKelas, PostinganWacana kelasBersifat semi-publik, tetapi tetap perlu persetujuan penelitian.
Laporan kesulitanPesan bebas tentang bagian tugas yang membingungkanLaporanKesulitanHambatan belajar dari sudut pandang mahasiswa; bahan siklus perbaikanTidak mewakili seluruh mahasiswa.
Wawancara dan FGD (baru)—Dikerjakan di luar sistemPengalaman mendalam, motif, dan maknaButuh persetujuan lisan dan tertulis.

Isi teks bisa dibaca per baris di Tinjau Isi Tantangan (dalil, renungan, data). Tinjau dulu sebelum menentukan korpus.

2. Pilihan Desain

DesainPertanyaan khasData dan partisipanAnalisisCatatan
A. Analisis tematik / isi (Braun & Clarke, 2006)Tema apa yang muncul dalam refleksi dan tadabbur mahasiswa?Korpus teks sistem; sampel kelas atau semua yang setujuEnam langkah: familiarisasi, kode awal, tema, tinjauan tema, penamaan, laporanPaling praktis dan murah: data sudah berbentuk teks. Cocok sebagai langkah pertama.
B. Studi kasus instrumental (Yin; Stake)Bagaimana pembelajaran PAI berbasis tantangan bekerja pada satu kelas atau prodi tertentu?Satu atau dua kelas; dokumen sistem + wawancara + observasi kelasPenjodohan pola, penjelasan, triangulasi sumberMenyatukan data sistem dan kualitatif; batasi kasusnya dengan jelas.
C. Fenomenologi interpretatif (IPA)Bagaimana mahasiswa mengalami dan memaknai tujuh hari pembiasaan ibadah?3–10 partisipan purposif homogen; wawancara mendalam; diary sebagai pemicuAnalisis idiografik per kasus, lalu lintas-kasusJumlah kecil, kedalaman besar. Dosen perlu menyatakan posisinya (reflexivity).
D. Grounded theory konstruktivis (Charmaz)Bagaimana proses hambatan mengamalkan ayat terbentuk dan diatasi?Isian hambatan dan langkah kecil, lalu wawancara teoretisPengodean awal, terfokus, teoretis; memoing; perbandingan konstanKategori awal sudah tersedia dari sistem (ilmu, kebiasaan, lingkungan, waktu, niat, malu, lain), tetapi jangan membatasi diri padanya.
E. Penelitian tindakan kelas (Kemmis & McTaggart)Bagaimana memperbaiki tugas atau tahapan pembelajaran agar mahasiswa tidak kesulitan?Laporan kesulitan, observasi, refleksi dosen; siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksiPerbandingan antarsiklus; indikator keberhasilanSangat sesuai dengan kerja Anda sehari-hari dan fitur “Ada kesulitan?”.
F. Studi dokumen/analisis wacanaBagaimana wacana “ekonomi Islam” dan “halal” dikonstruksi dalam proyek SDGs mahasiswa?Luaran tim, topik presentasi, linimasaAnalisis wacana kritis, pengodean tematikDokumen tim bersifat kolektif: tetap perlu izin.
G. Metode campuranMengapa hubungan antar-variabel pada penelitian kuantitatif seperti itu?Desain explanatory sequential: kuantitatif lalu wawancara pada kasus ekstrem. Atau convergent.Integrasi lewat joint displayLihat Desain Kuantitatif.

Rekomendasi pemula

Mulai dari E (penelitian tindakan) dengan A (analisis tematik) pada isian tadabbur dan hambatan; keduanya memakai data yang sudah ada dan hasilnya langsung memperbaiki pembelajaran. Tambahkan C atau D bila Anda ingin kedalaman.

3. Contoh Pertanyaan Penelitian per Bidang

Agama Islam

Pendidikan agama Islam

Perekonomian Islam dan industri halal

4. Prosedur Pengambilan Data

  1. Persetujuan dan izin etik lebih dahulu (bagian 8).
  2. Menentukan korpus teks: pilih sumber (bagian 1), kelas, dan periode. Catat aturan pemilihan agar dapat ditelusuri (audit trail).
  3. Pengambilan sampel: purposive, maximum variation (beda prodi, kelas, tingkat keaktifan, termasuk yang jarang mengisi) atau theoretical sampling pada grounded theory. Untuk wawancara, 8–20 partisipan biasanya mendekati kejenuhan; IPA 3–10. Hentikan saat tidak ada tema baru (saturation).
  4. Wawancara/FGD: rekam dengan izin; transkrip verbatim; simpan di penyimpanan terkunci; ganti nama dengan nama samaran.
  5. Pengambilan teks dari sistem: salin sheet ke berkas penelitian, ganti NIM dengan kode, hapus nama, foto, dan kontak (langkah rinci ada di bagian 7 Desain Kuantitatif).

5. Analisis dan Keabsahan Data

6. Kodebook Awal (Dapat Diubah)

Disusun dari struktur isian yang sudah ada di sistem. Anggap sebagai hipotesis kerja, bukan kategori final.

Kode indukSubkodeContoh penanda dalam teks
Pemaknaan ayatpesan moral; relevansi pribadi; relevansi sosial; pertanyaan/keraguan“ayat ini mengingatkan saya…”, “saya belum paham maksudnya…”
Hambatan pengamalanilmu; kebiasaan; lingkungan; waktu; niat; rasa malu; lain-lain“belum tahu caranya”, “teman-teman tidak…”, “malu dilihat”
Strategi mengatasilangkah kecil; meminta bantuan; mengatur waktu; mengingatkan diri“besok saya akan mulai dari…”
Praktik ibadahkonsistensi; keterlambatan; kelalaian; peningkatan sunnah“terlambat karena…”, “jamaah di masjid…”
Penjagaan diri (takhalli)godaan; strategi menghindar; kegagalan dan taubat“hampir ghibah tetapi…”
Integritas dan kejujurankejujuran mengisi; tekanan nilai; rasa diawasi“takut kelihatan tidak rajin…”
Ekonomi dan konsumsihalal–thayyib; label halal; riba/pinjaman; UMKM; zakat dan sedekah“cek label halal”, “pinjol…”, “bisnis keluarga…”
Isu sosial (SDGs)kemiskinan; pangan; pendidikan; lingkungan; konsumsi bertanggung jawab“limbah makanan”, “bank sampah”
Pengalaman belajarkejelasan tugas; beban; teknis web; peran dosen dan teman“bingung pada bagian…”, “senang karena…”

7. Contoh Protokol Wawancara Semi-Terstruktur

PAI dan keislaman (30–45 menit)
  1. Ceritakan pengalaman Anda menjalani tantangan tujuh hari. Bagian mana yang paling berkesan?
  2. Apa yang berubah pada kebiasaan atau cara pandang Anda, dan bagaimana Anda tahu hal itu berubah?
  3. Ceritakan satu ayat yang paling Anda renungkan. Apa yang membuat Anda mudah atau sulit mengamalkannya?
  4. Apa yang menghambat Anda, dan apa yang membantu?
  5. Bagaimana perasaan Anda menuliskan kejujuran tentang ibadah di situs yang dibaca dosen? Apa yang membuat Anda nyaman atau tidak?
  6. Apa saran Anda agar tugas ini lebih jelas dan bermakna?
Ekonomi Islam dan industri halal (30–45 menit)
  1. Ceritakan kebiasaan Anda memilih makanan atau produk. Apa yang Anda cek lebih dulu?
  2. Apa arti halal dan thayyib bagi Anda? Pernah ragu terhadap suatu produk? Bagaimana Anda memutuskan?
  3. Bagaimana pandangan Anda tentang transaksi keuangan (pinjaman, cicilan, dompet digital) dalam Islam? Dari mana Anda belajar?
  4. Bagaimana isu sosial pada proyek SDGs Anda terkait dengan ekonomi Islam (zakat, wakaf, UMKM, keadilan)?
  5. Peluang dan hambatan apa yang Anda lihat bagi industri halal di NTB?
Penelitian tindakan: siklus perbaikan tugas
  1. Perencanaan: tentukan tugas yang paling sering dilaporkan sulit (lihat Laporan Kesulitan).
  2. Tindakan: ubah petunjuk, contoh, atau alur tugas itu.
  3. Pengamatan: bandingkan jumlah dan isi laporan kesulitan sebelum dan sesudah, serta kelengkapan pengumpulan.
  4. Refleksi: wawancara singkat 5–6 mahasiswa, lalu tentukan siklus berikutnya.

⚖️ Etika — Wajib Dibaca Sebelum Mengambil Data Apa pun

Anda adalah dosen sekaligus peneliti

Mahasiswa mengisi data ini sebagai tugas kuliah, bukan sebagai responden. Menjadikannya data penelitian berarti memakai data itu untuk tujuan kedua. Karena Anda juga yang memberi nilai, persetujuan mereka bisa terasa wajib (relasi kuasa). Ini risiko etik terbesar penelitian ini dan harus ditangani sejak rancangan.

  1. Persetujuan terpisah dan sukarela (informed consent). Persetujuan penelitian tidak boleh digabung dengan pengumpulan tugas. Menolak atau menarik diri tidak boleh berpengaruh pada nilai, perlakuan, atau hubungan dengan dosen. Simpan bukti persetujuan.
  2. Pisahkan waktu penilaian dari waktu analisis. Analisis data individual dilakukan setelah nilai akhir ditetapkan, atau oleh pihak yang tidak menilai (asisten atau rekan peneliti).
  3. Izin etik. Ajukan kaji etik ke komisi etik penelitian di fakultas atau universitas Anda sebelum pengambilan data. Banyak jurnal menolak artikel tanpa nomor izin etik atau surat keterangan bebas etik. Pastikan kewajiban di institusi Anda.
  4. Anonimisasi (pseudonimisasi). Salin data ke berkas penelitian terpisah. Ganti NIM dengan kode acak, simpan tabel kuncinya di tempat terpisah dan terkunci, lalu hapus nama, foto, nomor WA, dan email. Foto mahasiswa tidak boleh masuk berkas penelitian.
  5. Data keagamaan bersifat sensitif. Praktik ibadah, kebiasaan berdosa (daftar Takhalli), keraguan, dan hambatan mengamalkan ayat termasuk ranah pribadi. Perlakukan setara data sensitif, meski daftar “data pribadi spesifik” dalam UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi tidak menyebut agama secara eksplisit. Periksa pasal-pasalnya dan kebijakan institusi Anda.
  6. Jangan menghukum kejujuran. Bila mahasiswa mengira jawaban “belum bisa mengamalkan” menurunkan nilai, jawaban mereka akan dibuat-buat (social desirability) dan data tak berguna. Pada sistem ini jawaban jujur memang tidak mengurangi nilai; sampaikan itu kepada responden.
  7. Penyimpanan dan penghapusan. Tetapkan masa simpan (mis. 5 tahun), siapa yang boleh mengakses, dan cara menghapus. Jangan mengirim berkas data lewat grup pesan atau surel pribadi.
  8. Hindari merugikan. Laporkan hasil dalam bentuk agregat. Kutipan individual harus diberi nama samaran dan dicek agar tidak bisa dikenali dari detailnya.

Contoh kalimat persetujuan (sesuaikan dengan komisi etik)

“Saya memahami bahwa data tugas dan jawaban saya pada mata kuliah PAI boleh dianalisis untuk penelitian tentang pembelajaran agama Islam, tanpa nama dan NIM saya. Keikutsertaan saya sukarela. Bila saya menolak atau menarik diri, nilai dan perlakuan terhadap saya tidak berubah. Hasil hanya dilaporkan secara agregat atau dengan nama samaran.”

9. Contoh Judul Penelitian

  1. Pemaknaan ayat dan hambatan pengamalan Al-Qur’an pada mahasiswa: analisis tematik atas isian tilawah, tadabbur, dan amal ayat.
  2. Pengalaman mahasiswa menjalani pembiasaan ibadah tujuh hari: studi fenomenologi interpretatif.
  3. Perbaikan petunjuk tugas PAI berbasis web melalui penelitian tindakan kelas dengan laporan kesulitan sebagai pemicu siklus.
  4. Konstruksi makna halal dan thayyib pada mahasiswa lintas prodi: studi kasus di Universitas Mataram.
  5. Keterkaitan nilai ekonomi Islam dan isu SDGs dalam proyek kolaboratif mahasiswa: analisis dokumen.
  6. Integritas diri dan kejujuran berefleksi dalam relasi dosen-mahasiswa: grounded theory.